29 Juli 2009

Tim Nasional Tergantung SEA Games

Cabang Olahraga bola basket tidak dipertandingkan di SEA Games Laos bulan Desember mendatang. Konsekuensinya, Pengurus Besar Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) tidak mendapat alokasi anggaran untuk pembentukan Tim Nasional.


Atas dasar itu pula, PB Perbasi akhirnya menyerahkan tanggung jawab kepada klub untuk mewakili nama Indonesia di turnamen basket antarnegara di ASEAN dan Asia tenggara.

Pada turnamen antarnegara ASEAN (SEABA) di Medan, Sumatera Utara, awal bulan Juni lalu, Indonesia diwakili klub Garuda Bandung. Hasilnya, Indonesia dikalahkan dua kali dari Filipina dan harus puas berada di peringkat kedua.

Awal bulan Agustus nanti, kejuaraan basket Asia (FIBA) akan digelar di Beijing, China. Untuk turnamen ini, PB Perbasi lagi-lagi tidak membentuk tim nasional, tetapi menitipkan nama Indonesia ke klub Pelita Jaya.

Dibandingkan dengan klub Garuda Bandung, prestasi Pelita Jaya di kompetisi Liga Basket Indonesia (IBL) musim ini tidak lebih baik. Klub yang ditangani oleh pelatih senior Rastafari Harongbala ini bahkan gagal menembus empat besar setelah dikalahkan CLS Knight Surabaya di babak Playoff.

Dalam kasus ini, baik Garuda Bandung maupun Pelita Jaya tidak bisa disalahkan. Mereka tampil membawa nama Indonesia karena dibebani tanggung jawab oleh PB Perbasi yang tidak punya anggaran untuk membentuk tim nasional.

Ketua umum PB Perbasi Noviantika Nasution mengatakan, Perbasi terpaksa menunjuk klub karena mereka memang tidak punya anggaran. Padahal menurut Noviantika, untuk mengikuti kejuaraan seperti SEABA dan FIBA sedikitnya dibutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar.

Noviantika menjelaskan, sebagian besar operasional PB Perbasi bergantung pada kucuran dana dari pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

“Terus terang kami tidak punya anggaran untuk tim nasional. Ini karean basket tidak dipertandingkan di SEA Games Laos. Dana untuk tim nasional bisa kami dapatkan jika ada SEA Games ,” ujar Noviantika.

Dia mencontohkan, tahun 2007 Perbasi mendapatkan anggaran sebesar Rp 4 miliar karena cabang olahraga bola basket dipertandingkan di SEA Games Thailand. Dana itu kemudian digunakan untuk pembentukan tim nasional, termasuk mengikuti kejuaraan antarnegara untuk ajang uji coba menjelang SEA Games.

Kebayang kalau tim nasional hanya terbentuk terus dari dana SEA Games, basket Indonesia akan semakin terpuruk. Apalagi jika dibandingkan dengan Phlipina, sangat jauh sekali.

Related Posts sesuai kategori



0 komentar:

Posting Komentar